"When the heart starts functioning for someone,
the brain starts malfunctioning too much"
"Dari: logika. Untuk: hati. Dengan ucapan: kapan kamu membiarkan aku menang?"
"And right now I may just be living inside the heart of the body,
and I one day hope to move to the brain."
"He's thinking more with his heart than with his brain."
"It's not logic that convinces me of something, it's what my heart says."
"The logic of the heart is absurd."
the brain starts malfunctioning too much"
"Dari: logika. Untuk: hati. Dengan ucapan: kapan kamu membiarkan aku menang?"
"And right now I may just be living inside the heart of the body,
and I one day hope to move to the brain."
"He's thinking more with his heart than with his brain."
"It's not logic that convinces me of something, it's what my heart says."
"The logic of the heart is absurd."
kenapa sih selalu gitu ya? orang cenderung ngikutin Hatinya. di mana jelas jelas Otak yang bener. kita tau mana yang bener. TAPI KENAPA SI HATI NGOTOT WOI?! udah ngotot kita ngikutin lagi akhirnya. padahal yang nantinya rugi juga si Hati kan. yang ngerasa sakit ya si Hati kan.
kenapa si Hati minta disakitin banget? apa si Hati punya gangguan psikologis yang namanya Self Harm; gangguan psikologis yang membuat penderitanya menyakiti diri sendiri dengan sengaja? ih dasar psycho.
atau mungkin Hati itu egois banget? si Hati kuat banget ya? sampe apa yang dia mau harus dia dapetin. jadi dengan otomatis seluruh tubuh kita nurutin dia gitu? *le sigh*
lailah kapan sih Hati sama Otak kerja sama? kapan mereka sependapat kek paling nggak? nggak capek apa berantem terus? seleeeek mulu kerjaannya. yang punya badan ini yang capek.
jadi Hati, kali ini, untuk kesekian sekian sekian sekian kalinya, gue ngikutin lu.
plis, kali ini Self Harm lu nggak kumat. tolong dong, kali ini buktiin ke gue, kalo gue nggak salah ngikutin lu. gue mohon.
kenapa si Hati minta disakitin banget? apa si Hati punya gangguan psikologis yang namanya Self Harm; gangguan psikologis yang membuat penderitanya menyakiti diri sendiri dengan sengaja? ih dasar psycho.
atau mungkin Hati itu egois banget? si Hati kuat banget ya? sampe apa yang dia mau harus dia dapetin. jadi dengan otomatis seluruh tubuh kita nurutin dia gitu? *le sigh*
lailah kapan sih Hati sama Otak kerja sama? kapan mereka sependapat kek paling nggak? nggak capek apa berantem terus? seleeeek mulu kerjaannya. yang punya badan ini yang capek.
jadi Hati, kali ini, untuk kesekian sekian sekian sekian kalinya, gue ngikutin lu.
plis, kali ini Self Harm lu nggak kumat. tolong dong, kali ini buktiin ke gue, kalo gue nggak salah ngikutin lu. gue mohon.




0 voices:
Post a Comment