pernah merasa terhubung sama orang lain? pernah merasa tau apa yang dialami orang itu, walaupun kalian tidak bicara satu sama lain?
parahnya,
pernah merasa bahwa asumsi kalian terhadap apa yang dialami orang itu, betul-betul kenyataannya? pernah melakukan sesuatu, dengan berpikir bahwa apa yang kalian lakukan adalah berdasarkan situasi yang sekarang, ya situasi yang menurut asumsi kalian itu? rumit.
di saat yang sama...
pernah merasa dihindari orang? lebih spesifik. pernah merasa dihindari 'orang itu'? sampai membuat berpikir, "salah saya apa?".
tapi bodohnya, mata kalian menangkap segala detail kecil, gerakan kecil, yang dilakukan orang itu, di titik waktu yang belum terlalu jauh berbeda, dan sukses membuat kalian berpikir bahwa... masih ada harapan?
pernah melihat gerak-gerik tingkah laku 'orang itu' yang begitu dingin, yang mengabaikan kalian, yang menjauhi kalian? dingin. tanpa alasan yang jelas.
di saat yang sama...
pernah melihat mata 'orang itu', tapi kedua mata itu mengatakan sebaliknya?
pernah berada di ambang? bukan tinggi di atas awan, tapi belum terhempas ke tanah juga. saya tidak mengerti lagi harus bagaimana. saya tidak tahu tujuan saya. saya bahkan tidak bisa membaca situasi yang sebenarnya. ayolah. kita semua tau, pemikiran itu semua karena saya sendiri.
abaikan. saya cuma seorang perempuan dengan pikiran-pikiran tidak rasionalnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 voices:
Post a Comment