Matahari sore hari. Dari dulu gue sangat suka cuaca dan waktu seperti ini.
Sama kayak sekarang. Sendirian, gue merebahkan diri gue di alat fitness tante gue yang nggak terlalu nyaman ini. Sinar matahari melingkupi gue. Panas emang, tapi gue suka. Ipod jadi satu-satunya temen bersuara gue.
Dan saat itu juga gue baca berita yang seharusnya sangat sangat gue tunggu, tapi ternyata hasilnya nggak sesuai yang diharapkan.
FUCK.
Cuma kata itu yang berulang kali keluar dari mulut ini. Bahkan angin yang meniup nggak bisa menenangkan kepala gue, kaya sebelum-sebelumnya.
Segala hal berkelibat di kepala gue. Mencoba memeras otak yang berdebu karena jarang digunain ini, berharap bisa memecahkan kasus ini seperti yang selalu dilakukan di masa lalu.
"Holyshit. Ini bener-bener God's test." batin gue.
Ini gila. Otak pemberontak gue nggak bisa memecahkan kasus ini. Kasus ini level Yoda, bung! Mungkin dengan yang sudah gue lakukan dulu dan pencapaian yang gue raih dulu, mungkin gue selevel Jedi untuk beberapa orang. Tapi sekali lagi, ini LEVEL YODA! Dan gue putus asa. Walaupun jangka waktu pemerasan otak ini cukup singkat, tapi hampir semua kemungkinan udah gue pikir mateng-mateng. Ini benar-benar Mission Impossible.
Pertama, GUE JELAS-JELAS BUKAN TOM CRUISE. Kedua, GUE BUKAN AGEN IMF YANG MEMILIKI GADGET YANG BISA DIRAIH DI ABAD 26! Ketiga, HIDUP GUE BUKAN FILM MISSION IMPOSSIBLE!
Gue menghela nafas dalam-dalam. Dan tiba-tiba ipod, dengan perawakan Hitlernya menampar gue dengan lirik lagu:
"A heavy plate for one to undertake."
Di saat keadaan tidak seperti yang diharapkan, mari menelan crosstrainer di sebelah gue ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 voices:
Post a Comment