Sunday, January 15, 2012

pardon my temper tantrum

Inilah alasan kenapa gue lebih memilih untuk nggak me-label-i teman-teman gue. Gue nggak pernah melabeli teman ke dalam tingkatan seperti 'BFF' atau 'Sahabat' atau 'Besties' atau lainnya. Sejauh 'label' yg gue buat itu cuma dua: "Teman (main)" dan "Teman sekolah". Yg masuk ke kategori 'teman sekolah' adalah orang-orang yang kebetulan pergi ke sekolah yg sama dengan gue dan menjalin kontak dengan gue secara sangat minim. Yg kontaknya lebih sering masuk ke teman main. Itu sejauh yg gue lakukan dalam 'pelabelan' teman ini. Tapi di kelompok 'teman main' gue sangat jarang, oh bahkan hampir nggak pernah melabeli mereka ke dalam tingkatan-tingkatan tertentu.

Walaupun tingkah laku dan sifat gue menunjukan tingkatan label-label itu, tapi gue nggak pernah secara verbal mendeklarasikan kalau mereka merupakan label tertentu di lingkaran pertemanan gue.

Karena apa? Pengalaman seumur hidup dari jaman gue pertama kali mengenal makhluk yang namanya 'teman' tentu aja. Setiap kali gue dalam hati meyakinkan ke diri sendiri bahwa beberapa orang tertentu itu adalah sahabat, gue selalu dibuat kecewa, dikhianati, dilupakan, diabaikan, diinjak-injak, bahkan nggak dianggap, yang akhirnya diakhiri dengan 'go our separate ways'. Bahkan yang baru saja terjadi di post sebelumnya, orang yang gue labeli sahabat itu bahkan malas menghabiskan waktunya dengan gue. Setiap kali dengan masalah yang berbeda tiap kasusnya. Membuat gue menyesal pernah melabeli mereka sebagai sahabat.

Mungkin gue yang terlalu sensitif, kesalahan kecil gue besar-besarkan. Mungkin memang gue yang belum waktunya ketemu 'sahabat yang sebenarnya'. Mungkin gue yang harus belajar memahami. Mungkin 17 tahun umur gue belum cukup untuk menemukan orang yang layak dilabeli sahabat. Atau mungkin, sama seperti halnya pasangan hidup atau jodoh, mungkin gue adalah satu dari beberapa orang 'beruntung' lainnya yang ditakdirkan tanpa sahabat.

Jadi bukan gue nggak menganggap mereka sahabat atau nggak mau menganggap sahabat. Tapi gue rasa gue butuh waktu untuk memberi seseorang label 'sahabat'.

Lagipula, apa pentingnya label itu sendiri? Apa gunanya label itu, jika tanpa label, hubungan teman kita tetap menyenangkan?

Ugh so much for friendship.

0 voices:

Post a Comment