Giving human beings too much credit.

2:49 AM


Entah berapa kali gue bilang ke diri sendiri, "Snap yourself out of it!!" Tapi ya mau gimana. Semuanya menghantui gue begitu sih. Gue juga udah capek kalo harus cerita ke orang. Satu-satunya pelarian ya cuma blog ini. This thing keeps me alive dude hahahaha gangerti lagi kalau gak ada blog ini, mungkin benar gue akan meledak kaya human time bomb. Kaya isi otak gue meledak kemana-mana. Ugh disturbing image.

Apa ya.

Uhm.

Cuma masih gak habis pikir aja sih. Nggak pernah nyangka aja sih bakal ngalamin kaya gini. Or at least, gak pernah nyangka aja sih beneran kejadian. Kaya, woi, ini mimpi buruk doang kan? All I need to do is just wake up and everything would be alright again, right? 

Bodoh. Bodoh. Bodoh. Bodoh. 

Kalau ada orang yang ngatain gue seperti itu, (dan sebetulnya udah ada sih yang 'menampar' gue seperti itu), gue nggak menyangkal. Gue akui itu. Gue bodoh. Gue bodoh ya begitu mudahnya percaya. Bodoh banget emang. 

Salah ya sepertinya gue memandang seseorang, dan menganggap "There's a goodness in you" gitu? Salah ya gue melihat orang, walaupun gue tau apa yang orang lain lihat beda, tapi gue tetap menganggap, deep down inside, you're a human who have a conscience? Salah ya dulu gue dalam hati diam-diam bilang "Gue percaya lu nggak akan jahat sama gue kok."? Salah ya dulu gue bergumam, "Ah mungkin mereka bersikap begitu karena cuma memandang orang-orang ini sebelah mata. Mungkin itu cuma karena mereka nggak terlalu mengenal orang-orang ini. Orang-orang ini baik kok. Never judge a book by its cover kan..." lalu mengabaikan pendapat-pendapat lain? Salah ya gue sempat punya semacam 'goal' kaya "Gue pasti bisa buktiin kalau pandangan mereka salah. Gue pasti bisa buktiin kalau dia sebetulnya baik."

Sepertinya begitu. Ya kenyataan akhirnya, orang-orang yang punya pandangan berbeda dari gue itu benar. Bukannya buktiin orang-orang salah, malah buktiin kalau orang-orang benar. Dan justru gue sendiri yang kena getahnya. Dan mungkin orang-orang yang berpandangan berbeda itu lagi menertawakan gue kaya "Hahaha mampus. Salah sendiri bego ngeladenin."

True colors kalau kata orang. 

Apa gue yang berarti buta warna ya? Gue nggak bisa melihat 'warna' orang-orang gitu kali ya? Mata gue mencleng amat ya kalo bener gitu ya? Ck payah :)

Atau kacamata gue ya yang salah? Dan sekarang gue baru bisa melihat keadaan sekitar gue dari kacamata orang lain. Dari kacamata yang dipakai beberapa orang yang berpendapat berbeda itu. Dan gue bisa melihat apa yang mereka lihat. And it's not a pretty sight. 

Shocked much? 

Kadang terlintas di otak waktu pikiran lagi melayang kemana-mana: "What did I ever do?

Mungkin nggak mereka sebetulnya orang baik tapi jadi jahat karena gue melakukan suatu kesalahan yang fatal dan mereka murka lalu melakukan hal buruk itu? Mungkin gak orang-orang itu melakukan hal-hal buruk itu karena targetnya ya gue ini? "Ah elah Karin doang." Atau ya itu tadi, mungkin bukan karena gue melakukan sesuatu, tapi karena mereka emang orangnya begitu. That's just what they do. That's just how they treat people. And this is what I get for being Mother Teresa to that kind of people.

Yah. Ajarin saya caranya melihat sifat asli orang dong. Sigh.

You Might Also Like

0 voices

Popular Posts

INTEREST?

DARK SIDE