Bersua lagi

Hai. Lama tidak bersua. Jadi maaf ya blogspot. Kamu jadi terlantar beberapa bulan ini. Konon karena aktivitas blog saya pindah ke situs 'tetangga'. Benar. Situs sakral terlarang dan candu. Situs yang membuat penggunanya bisa jatuh terlalu dalam. Hii bahaya. Bukan. Bukan situs porno (walaupun beberapa memanfaatkannya untuk itu TAPI SUMPAH BUKAN SAYA). Tidak lain tidak bukan adalah situs fandom terbesar sejagat raya. Tebak sendiri namanya. Kalau minat, silahkan intip kalau bisa menemukan. Tapi banyak hal-hal tidak terkontrol dan penuh dengan racauan seorang shipping trash. Hah. You've been warned. Anyways, mari kita coba catch up.

Agustus 2015
Jadi, ceritanya awalnya saya sedang menonton-nonton video-video dari San Diego Comic Con (SDCC) 2015. Salah satu event paling majestic di mata saya yang dari dulu saya impikan. Lalu tiba-tiba panel dari TV Series favorit saya muncul. UGH. Banyak sekali yang terjadi. Lalu mendorong saya untuk buka situs fandom tersebut. Sampai akhirnya saya candu situs itu lagi...


Singkat kata, saya jatuh cinta pada cinta orang lain. 

HAEH. Kurang paham? Kalau begitu mungkin Anda tidak akan bisa paham. Huf~

Ya mungkin saya seharusnya tidak bahas ini di sini. Karena audiens di sini tidak se-open minded di situs tetangga. Oopsiedaisies. Ma bad.

––––––––––

Saya waktu itu sedang ribet dihantui oleh monster mimpi buruk setiap mahasiswa tingkat atas; SKRIPSI-TA. Kadang saya berpikir, apa saya terlalu impulsif untuk memilih ambil jalur kelam itu dulu ketimbang jalur magang. Tapi karena beberapa alasan dan efisiensi performa, sepertinya keputusan ini keputusan yang benar... Sepertinya. Yah... Kalau mau terus mengikuti rasa 'tidak siap', akan 'tidak siap' terus sampai kapanpun kan? Jadi saya memutuskan untuk menumbuhkan a pair of balls (figuratively, not literally), dan hadapi aja. Pasti bisa. 

––––––––––

Di tengah bulan, yang seharusnya bisa jadi hari terbaik tahun 2015, tiba-tiba malah mendengar kabar buruk menyebalkan dan tidak masuk akal. Band yang waktu itu saya tangisi, ketika saya kali ini akhirnya benar-benar punya kesempatan untuk menontonnya dan membeli tiketnya, tiba-tiba batal datang... Kemarahan 5 tahun lalu terulang lagi. Tapi entah kali ini sampai nggak sanggup menangis. Kalau bukan shit happens, saya nggak tau harus menyebut ini apa. Tahi.

––––––––––

Liburan saya, selain diisi dengan mengurus situs sakral tersebut tentu saja, seringnya diisi dengan bertemu sahabat-sahabat. Ada yang selama ini bertemu terus tapi sudah harus pergi ke negara lain. Ada yang selama ini di negara lain tapi sedang pulang ke negara asalnya. Ada juga yang... Selalu di sini. Sahabat yang mungkin kalau orang awam lihat, itu lagi itu lagi. Sahabat yang mungkin kalau orang awam lihat, sepertinya cuma mereka yang saya punya. Tebak apa? Memang kok. Saya memang cuma punya mereka. Segelintir orang-orang dengan selera humor aneh. Sekelumit orang-orang yang secara pribadi beragam, tapi anehnya, cocok satu sama lain. Tapi saya cuma suka mereka. Hell, sayang bahkan. Saya lebih bahagia bersama mereka, ketimbang di keramaian di antara orang-orang...'asing'.

––––––––––

Tapi di sela-sela pertemuan, pasti selalu ada satu topik 'krusial' tak terhindarkan.
"Kapan?"
"Kenapa?"
"Apa?"
"Masa benar-benar...?"
"Ini salah diri sendiri!"
Dan seterusnya. Temans, sejujurnya... Saya sudah tidak peduli lagi tentang itu. Entah kenapa. Bahkan kalau dipikir, malah lebih enak begini. Saya nggak pernah bilang ini ke kalian, karena takut kalian pasti malah menganggap saya ber-BS-ria. Hm kapan kalau kalian memberi saya kesempatan tanpa menganggap saya BS, coba saya jelaskan dari sudut pandang saya.

––––––––––

Suatu hari, salah satu sahabat saya bercerita tentang masalahnya. Tentang bagaimana ia menyesal memilih tempat yang 'kurang dikenal'. Tentang bagaimana ia melihat teman-temannya bisa menyombongkan diri dengan memamerkan tempat yang 'lebih terkenal' di media sosial. Saya cuma jawab, "Bukankah sesuatu yg bagus, setidaknya kau menemukan tempat, daripada tidak sama sekali?Sepenting itukah memamerkan di media sosial? Lalu apa yang didapat dari itu? Kekaguman sementara? Lalu saat semua tren ini berakhir, apa yang terjadi? Kembali berkompetisi tentang siapa yang lebih di antara yang lain di bidang lain? Lalu saat akhirnya keluar dan berpisah ke jalan masing-masing, apa yang terjadi? Tidak ada. Mereka tidak akan lagi membahas apa yang pernah dipamerkan dan apa yang tidak bisa dipamerkan. They'll move on. We'll all move on. Percayalah, tidak ada orang yang sepeduli itu terhadap hidup orang lain. Mereka hanya peduli pada hidupnya sendiri."

––––––––––

September 2015
Kembali ke pinggiran kota untuk menuntut toga lagi. Semua menyenangkan ketika kembali ke kamar pribadi, ke ruang isolasi, ke kebebasan. Kemudian monster mimpi buruk itu...terlihat sepuluh kali lebih menakutkan. ARGH. Ayo. PASTI TETAP BISA.

––––––––––

Gadget-gadget saya akhir-akhir ini bermasalah... Speaker jadi sumbang. Charger HP rusak LAGI. Harddisk nggak menyanggupi untuk back up sampai akhirnya bahkan tidak terbaca sama sekali. Ada apa ini. Mengerikan. Cintaku, jangan menyerah pada ku.

––––––––––

Aneh ya ada orang mudah sekali jatuh cinta? Memangnya semudah itu ya? Mungkin semudah itu juga ya hilangnya? Ah namanya juga cinta hormon. Ew.

Popular Posts

INTEREST?

DARK SIDE