:)


Entah kenapa, sejak dahulu, dipuji 'pandai' itu rasanya lebih menyenangkan.

Terima kasih ☺️

The Leonid Meteors


Waktu dulu saya pernah berikrar, "Ah yang mati ini cukup. Saya sudah content dengan ini." Karena lelah dengan yang hidup yang nggak bisa 100% dipercaya atau diandalkan. Karena lelah dengan yang hidup tidak menjamin bahagia.

Sampai tiba-tiba, ada yg hidup datang...

Ah.

Awalnya saya hanya ladeni sebagai formalitas dan keisengan remaja. Tapi kelamaan, kok... Hmm mulai putar setir.

Dari detik pertanyaan mengesalkan itu terlontar, buat saya goyah.

Ewh dasar lemah.

Lalu jadi agak murung kalau tidak selancar sebelumnya. Murung kalau yang hidup tidak memunculkan batang hidungnya. Yang mati... Tidak terlalu mengubah jadi riang. 

Ewh paansih.

Lalu saat sok tegar pura-pura jadi batu, yang hidup datang lagi. Saat itu juga langsung melompat, riang. 

EEWH???

Lalu untuk kali pertama, saya yang punya inisiatif. Yang hidup masih berkeliaran. Lancar... Mulus... Kok saya mulai terbiasa? Yang hidup semakin gencar. Gawat.

Perlahan-lahan yang mati semakin jarang saya acuhkan... Perlahan-lahan yang mati tidak saya acuhkan. Perlahan-lahan hasrat saya untuk yang mati... Semakin memudar.

Sejak kapan saya lebih suka yang hidup...? 

Berhenti ayo berhenti sebelum terlambat. Ingat ayo ingat, ini hanya meteor yang lewat. Camkan, kau itu manusia yang tidak bisa mengendalikan meteor yang berhujanan. Dia hanya akan jatuh di tempat jauh, dan tidak untuk kau tangkap dengan tangan kecil konyolmu.  

Atau teruskan tapi tetaplah sekuat batu. Jadilah batu.

Popular Posts

INTEREST?

DARK SIDE