4,071.64 mil

11:14 PM


Menemukan ketika tidak mencari...
Tapi bagaimana kau tau kau telah menemukan kalau tidak tau apa yang dicari?
Apa yang saya cari?

Saya, di masa lalu, pernah berikrar,
"Saya mencari dia yang punya sudut pandang yang sama!
Lalu ketika kami bertemu, kami akan menghabiskan malam membicarakan bagaimana fucked up hidup kami ketika Spacey muncul sebagai tokoh antagonis dalam hidup kami."
Nyatanya, dia bahkan tidak ingat Spacey siapa.

Saya, di masa lalu, pernah bermimpi,
"Saya mencari dia yang menyanyikan melodi yang sama!
Lalu ketika kami bertemu, saya akan bersenandung sepenggal lirik lagu ketika kami berjalan pulang, dia akan melirik saya dengan heran, namun kemudian, ia akan menyelesaikan penggalan lirik tersebut dengan suara keras dari ujung paru-parunya."
Realitanya, dia buta nada.

Tidak. Saya tidak mencarinya.

Oh, tentu saja tidak!

Saya pasti gila mencari dia yang punya ingatan seburuk ikan mas.
Saya pasti gila mencari dia yang bisa bekerja dengan ruangan sunyi tanpa ada melodi yang mengisi.
Saya sudah pasti gila mencari dia yang bisa jadi sangat...norak!

I-YUH!

Gila kamu, Karin!

Oh, sial. Saya mengumpat diri sendiri lagi.

Bukan berarti saya gila kan......? Eh atau saya gil...
AH! Berhenti membicarakan kejiwaan, saya dan kau bukan psikiater!

Meskipun begitu, saya menemukan dia.

Saya menemukan dia yang lebih menyukai salmon panggang ketimbang salmon sashimi yang menurutnya menggelikan.
Saya menemukan dia yang lebih memilih menonton dari bawah rollercoaster yang berputar-putar, alih-alih duduk di dalam rollercoaster dan berteriak bersama di sebelah saya.
Saya menemukan dia yang memilih panasnya aktivitas luar ruangan alih-alih sejuknya pendingin ruangan di dalam sebuah gedung atau rumah sendiri.
Saya menemukan dia yang menumpahkan semua hal yang muncul di dalam otaknya ketimbang menguncinya rapat-rapat di dalam otak, seperti yang saya lakukan.

Tapi...

Yang saya temukan, punya kecerdikan yang bahkan lebih mengagumkan dari dongeng Kancil yang sering kau dengar waktu kecil.
Dia benar-benar berusaha membongkar isi pikiran saya yang tadinya saya kunci rapat-rapat.
Yang saya temukan, mampu membuat saya tersenyum bahkan terbahak seperti orang bodoh hanya dengan membacanya dari layar ponsel saya.
Yang saya temukan, pandai menggodai saya dan berkelit sampai saya kehabisan kata-kata untuk membalasnya.

Bahayanya, yang saya temukan, terkadang sangat menjengkelkan. Begitu menyebalkan, sampai satu-satunya yang ingin saya lakukan adalah memunggunginya dan menolak untuk mengatakan sepatah katapun. Namun, yang saya temukan berkata,

"Jangan. Jangan memperenggang celah ini. Bicaralah."

...

Saya berbicara. Dia berbicara. Kami berbicara. Seketika semua amarah saya menghilang.

Semudah itu.

Gilakah saya, saat apa yang saya temukan, terasa sedikit lebih baik dari apa yang saya cari?

Hanya satu yang membuatnya bisa jadi lebih buruk...

.

.

Ketika yang saya temukan, tidak bisa saya rengkuh.

You Might Also Like

2 voices

  1. Merinding gue bacanya, Rin. Bagus, banget, parah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. UDUUUUN HAHAHAHAH TOOO MUCH UDUUUNNN :'''')) TERIMAKASIIIIH :''') <3

      Delete

Popular Posts

INTEREST?

DARK SIDE